Buku Tamu

Laman

Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Mei 2011

Benarkah Bentuk Semesta Seperti Terompet yang Akan Ditiup Sebagai Sangkakala Saat Kiamat

“Sebelum kiamat datang, apa yang sekarang di lakukan oleh malaikat Isrofil?” Mungkin yang ada di benak kita malaikat Isrofil itu seperti sesosok seniman yang asyik mengelap terompet kecilnya sebelum tampil diatas panggung. Sebenarnya seperti apa sih terompetnya atau yang biasa juga dikenal dengan sangkakala malaikat Isrofil itu?

Sekitar enam tahun silam sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Prof. Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman melakukan observasi terhadap alam semesta untuk menemukan bentuk sebenarnya dari alam semesta raya ini sebab prediksi yang umum selama ini mengatakan bahwa alam semesta berbentuk bulat bundar atau prediksi lain menyebutkan bentuknya datar saja.

Menggunakan sebuah peralatan canggih milik NASA yang bernama “Wilkinson Microwave Anisotropy Prob” (WMAP), mereka mendapatkan sebuah kesimpulan yang sangat mencengangkan karena menurut hasil penelitian tersebut alam semesta ini ternyata berbentuk seperti terompet.

Di mana pada bagian ujung belakang terompet (alam semesta) merupakan alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable), sedang bagian depan, di mana bumi dan seluruh sistem tata surya berada merupakan alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable).

Lihat gambar bentuk alam semesta dibawah ini:






Bentuk Alam Semesta
Di dalam kitab Tanbihul Ghofilin Jilid 1 hal. 60 ada sebuah hadits panjang yang menceritakan tentang kejadian kiamat yang pada bagian awalnya sangat menarik untuk dicermati.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda :

“Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada malaikat Isrofil, kemudian ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintah.


Saya bertanya : “Ya Rasulullah apakah sangkakala itu?”


Jawab Rasulullah : “Bagaikan tanduk dari cahaya.”


Saya tanya : “Bagaimana besarnya?”


Jawab Rasulullah : “Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutusku sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali. Pertama : Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan). Kedua : Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan). Ketiga: Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).”

Dalam hadits di atas disebutkan bahwa sangkakala atau terompet malaikat Isrofil itu bentuknya seperti tanduk dan terbuat dari cahaya. Ukuran bulatannya seluas langit dan bumi. Bentuk laksana tanduk mengingatkan kita pada terompet orang-orang jaman dahulu yang terbuat dari tanduk.

Kalimat seluas langit dan bumi dapat dipahami sebagai ukuran yang meliputi/mencakup seluruh wilayah langit (sebagai lambang alam tak nyata/ghoib) dan bumi (sebagai lambang alam nyata/syahadah). Atau dengan kata lain, bulatan terompet malaikat Isrofil itu melingkar membentang dari alam nyata hingga alam ghoib.

Jika keshohihan hadits di atas bisa dibuktikan dan data yang diperoleh lewat WMAP akurat dan bisa dipertanggungjawabkan maka bisa dipastikan bahwa kita ini bak rama-rama yang hidup di tengah-tengah kaldera gunung berapi paling aktif yang siap meletus kapan saja.

Dan Allah telah mengabarkan kedahsyatan terompet malaikat Isrofil itu dalam surah An Naml ayat 87 :

“Dan pada hari ketika terompet di tiup, maka terkejutlah semua yang di langit dan semua yang di bumi kecuali mereka yang di kehendaki Allah. Dan mereka semua datang menghadapNya dengan merendahkan diri.”

Makhluk langit saja bisa terkejut apalagi makhluk bumi yang notabene jauh lebih lemah dan lebih kecil. Pada sambungan hadits di atas ada sedikit preview tentang seperti apa keterkejutan dan ketakutan makhluk bumi kelak.

“Pada saat tergoncangnya bumi, manusia bagaikan orang mabuk sehingga ibu yang mengandung gugur kandungannya, yang menyusui lupa pada bayinya, anak-anak jadi beruban dan setan-setan berlarian.”

Ada sebuah pertanyaan yang menggelitik, jika terompetnya saja sebesar itu, lalu sebesar apa si peniupnya dan lebih dashsyat lagi, bagaimana dengan Sang Penciptanya? Allahu Akbar!

Wallahua'lam Bisshowa.

Sumber :
alisaid.wordpress.com
bisnis online

Selasa, 01 Februari 2011

Kenapa Air Liur Anjing Najis dan Harus Dibasuh Dengan Tanah?

Bagi Anda yang muslim akan terkejut manakala hal ini sudah diberitahukan pada kita sejak 1400 tahun yang lalu. Ilmuwan membuktikan jika Virus anjing itu sangat lembut dan kecil. Sebagaimana diketahui, semakin kecil ukuran mikroba, ia akan semakin efektif untuk menempel dan melekat pada dinding sebuah wadah.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhw4oKINUrWa0T6VtNDWVwAhoh0COcclH2FaPdXuAYOMt6zTeNh6U3cWnJ0obx9pmbPtY4ZRl-nfpArGZIaatMHt59-TvPa-IQXpfU9mgJPitfrktbCjwM6T9o8hzdsAhYa02E23y0SS1NG/s320/dog-lick.jpg

Air liur anjing mengandung virus berbentuk pita cair. Dalam hal ini tanah berperan sebagai penyerap mikroba berikut virus-virusnya yang menempel dengan lembut pada wadah. Perhatikan sabda Rosulullah berikut :

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,
Sucinya wadah seseorang saat dijilat anjing adalah dengan membasuhnya tujuh kali, salah satunya dengan menggunakan tanah.


Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,
Apabila anjing menjilat wadah seseorang, maka keriklah (bekasnya) lalu basuhlah wadah itu tujuh kali. (HR. Muslim)


Tanah
, menurut ilmu kedokteran modern diketahui mengandung dua materi yang dapat membunuh kuman-kuman, yakni: tetracycline dan tetarolite. Dua unsur ini digunakan untuk proses pembasmian (sterilisasi) beberapa kuman.

Eksperimen dan beberapa hipotesa menjelaskan bahwa tanah merupakan unsur yang efektif dalam membunuh kuman. Anda juga bakal terkejut ketika mengetahui tanah kuburan orang yang meninggal karena sakit aneh dan keras, yang anda kira terdapat banyak kuman karena penyakitnya itu, ternyata para peneliti tidak menemukan bekas apapun dari kuman penyakit tersebut di dalam kandungan tanahnya.

Menurut muhammad Kamil Abd Al Shamad, tanah mengandung unsur yang cukup kuat menghilangkan bibit-bibit penyakit dan kuman-kuman.

Hal ini berdasarkan bahwa molekul-molekul yang terkandung di dalam tanah menyatu dengan kuman-kuman tersebut, sehingga mempermudah dalam proses sterilisasi kuman secara keseluruhan.

Ini sebagaimana tanah juga mengandung materi-materi yang dapat mensterilkan bibit-bibit kuman tersebut. Para dokter mengemukakan, kekuatan tanah dalam menghentikan reaksi air liur anjing dan virus-virus di dalamnya lebih besar karena perbedaan dalam daya tekan pada wilayah antara cairan (air liur anjing) dan tanah.

Dr. Al Isma'lawi Al-Muhajir mengatakan anjing dapat menularkan virus tocks characins, virus ini dapat mengakibatkan kaburnya penglihatan dan kebutaan pada manusia.

Sumber :
situslakalaka.blogspot.com

Jumat, 21 Januari 2011

Percakapan Rasulullah Dengan Iblis

Diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal ra., dari Ibnu Abbas ra yang berkisah : Kami bersama Rasulullah saw di rumah salah seorang sahabat Anshar, dimana saat itu kami di tengah-tengah jamaah. Lalu ada suara orang memanggil dari luar, “Wahai para penghuni rumah, apakah kalian mengizinkanku masuk, sementara kalian butuh kepadaku.”
Rasulullah bertanya kepada para jamaah,“Apakah kalian tahu, siapa yang memanggil dari luar itu?”
Mereka menjawab, “Tentu Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.”
Lalu Rasulullah saw menjelaskan, “Ini adalah iblis terkutuk – semoga Allah senantiasa melaknatnya. ”
Kemudian Umar ra meminta izin kepada Rasulullah sembari berkata, “Ya Rasulullah, apakah engkau mengizinkanku unuk membunuhnya?”
Beliau menjawab, “Bersabarlah wahai Umar, apakah engkau tidak tahu bahwa ia termasuk mahluk yang tertunda kematiannya sampai batas waktu yang telah diketahui (hari Kiamat) ? Akan tetapi sekarang silahkan kalian membukakan pintu untuknya. Sebab ia
diperintah untuk datang ke sini, maka pahamilah apa yang ia ucapkan dan dengarkan apa yang akan ia ceritakan pada kalian.”
Ibnu Abbas berkata : Kemudian dibukakan pintu, lalu ia masuk di tengah-tengah kami. Ternyata ia berupa orang yang sudah tua bangka dan buta sebelah mata. Ia berjenggot sebanyak tujuh helai rambut yang panjangnya seperti rambut kuda. Kedua kelopak matanya terbelah ke atas (tidak kesamping). Sedangkan kepalanya seperti kepala gajah yang sangat besar, gigi taringnya memanjang seperti taring babi. Sementara kedua bibirnya seperti bibir kerbau. Ia datang sembari memberi salam,
“Assalamu’alaika ya Muhammad, Assalamu’alaikum ya jamaa’atal- muslimiin,’ kata iblis.
Nabi menjawab, “Assalamu lillah ya la’iin (keselamtan hanya milik Allah, wahai mahluk yang terkutuk). Saya mendengar engkau punya keperluan kepada kami. Apa keperluan tersebut wahai iblis ?”



“Wahai Muhammad, saya datang ke sini bukan karena kemauanku sendiri, tapi saya datang ke sini karena terpaksa,” tutur iblis.
“Apa yang membuatmu terpaksa harus datang ke sini wahai mehluk terkutuk ?” tanya Rasulullah.
Iblis menjawab, “Telah datang kepadaku seorang malaikat yang diutus Tuhan Maha Agung dimana utusan itu berkata, `Sesungguhnya Allah swt memerintahmu untuk datang kepada Muhammad saw, sementara engkau adalah mahluk yang rendah dan hina. Engkau harus
memberitahu kepadanya, bagaimana engkau menggoda dan merekayasa anak cucu Adam, bagaimana engkau membujuk dan merayu mereka.
Lalu engkau harus menjawab segala apa yang ditanyakan Muhammad dengan jujur. Maka demi Kebesaran dan Keagungan Allah, jika engkau menjawab dengan bohong, sekalipun hanya sekali, sunguh Allah akan akan menjadikan engkau debu yang bakal dihempaskan angin, dan musuh-musuhmu akan senang.’ Wahai Muhammad, maka sekarang saya datang untuk menjawab apa yang engkau tanyakan dengan jujur.”
Rasulullah mulai melempar pertanyaan kepada iblis, “Jika engkau bisa menjawab dengan jujur, maka coba seritakan kepadaku,siapa orang yang paling engkau benci ?”
Iblis menjawab dengan jujur, “Engkau, wahai Muhammad, adalah orang yang paling aku benci dan kemudian orang-orang yang mengikuti agamamu.”
“Lalu siapa lagi yang paling engkau benci ?” tanya Rasulullah.
“Seorang pemuda yang bertakwa dimana ia mencurahkan dirinya hanya kepada Allah swt,” jawab iblis.
“Siapa lagi ?’ tanya Rasulullah.
“Orang alim yang wara’ (menjaga diri dari syubhat) lagi sabar,” jawab iblis.
“Siapa lagi ?” tanya Rasulullah.
“Orang yang senantiasa melanggengkan kesucian dari tiga kotoran (hadats besar dan kecil serta najis),” tutur iblis.
“Siapa lagi ?” tanya Rasulullah.
“Orang fakir yang senantiasa bersabar, tidak pernah menuturkan kefakirannya kepada siapapun dan juga tidak pernah mengeluh penderitaan yang dialaminya,” jawab iblis.
“Lalu darimana engkau tahu kalau ia bersabar ?” tanya Rasulullah.
“Wahai Muhammad, bila ia masih dan pernah mengeluhkan penderitaannya kepada mahluk yang sama dengannya selama tiga hari, maka
Allah tidak akan mencatat perbuatannya dalam kelompok orang-orang yang sabar,” jelas iblis.
“Lalu siapa lagi wahai iblis ?” tanya Rasulullah.
“Orang kaya yang bersyukur”
“Lalu apa yang bisa memberi tahu kepadamu, bahwa ia bersyukur ?”
“Bila saya melihatnya ia mengambil kekayaannya dari apa saja yang dihalalkan dan kemudian disalurkan pada tempatnya,”
“Bagaimana kondisimu bila ummatku menjalankan shalat ?”
“Wahai Muhammad, saya langsung merasa gelisah dan gemetar”
“Mengapa wahai mahluk terkutuk ?”
“Sesungguhnya apabila seorang hamba bersujud kepada Allah sekali sujud, maka Allah akan mengangkat satu derajat kemuliaan.
Apabila mereka berpuasa, maka saya terikat sampai mereka berbuka kembali. Apabila mereka menunaikan manasik haji, maka saya jadi gila. Apabila membaca Al Qur`an, maka saya akan meleleh seperti timah yang dipanaskan. Apabila bersedekah maka seakan- akan orang yang bersedekah itu mengambil kampak lalu memotong saya menjadi dua”
“Mengapa demikian wahai Abu Murrah (julukan iblis) ?”
“Sebab dalam sedekah ada empat perkara yang perlu diperhatikan : dengan sedekah itu Allah akan menurunkan keberkahan dalam hartanya, menjadikan ia disenangi dikalangan mahluk-Nya, dengan sedekah itu pula Allah menjadikan suatu penghalang antara dia dengan neraka dan akan menghindarkan segala bentuk bencana dan penyakit”
“Lalu bagaimana pendapatmu tentang Abu Bakar ?”
“Ia sewaktu jahiliyyah saja tidak pernah taat kepadaku, apalagi sewaktu dalam Islam”
“Bagaimana dengan Umar bin Khaththab ?”
“Demi Allah, setiap kali saya bertemu dengannya, mesti akan lari darinya”
“Bagaimana dengan Utsman ?”
“Saya merasa malu terhadap orang yang para malaikat saja malu kepadanya”
“Lalu bagaimana dengan Ali bin Abi Thalib ?”
“Saya berharap pada Allah untuk tak akan pernah dipertemukan olehnya”
“Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan ummatku berbahagia dan mencelakakanmu sampai batas waktu yang telah ditentukan”
“Tidak dan tidak mungkin, dimana ummatmu bisa bahagia sementara saya senantiasa hidup dan tidak akan mati sampai batas waktu yang telah ditentukan. Lalu bagaimana engkau bisa berbahagia terhadap ummatmu, sementara saya bisa masuk kapan saja melalui aliran darah dan daging, sedangkan mereka tidak melihatku. Demi Tuhan, sungguh saya akan menyesatkan mereka seluruhnya, baik yang bodoh maupun yang alim, yang awam maupun yang bisa membaca Al Qur`an, yang nakal maupun yang rajin beribadah, kecuali hamba-hamba Allah yang mukhlis (murni)”
“Siapa menurut engkau hamba-hamba Allah yang mukhlis ?”
Iblis menjawab dengan panjang lebar, “Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa orang yang masih suka harta dan suka dipuji maka ia belum murni karena Allah. Sesungguhnya seorang hamba selagi masih suka harta dan pujian, sementara hatinya selalu bergantung pada kesenangan dunia, maka ia lebih taat kepadaku. Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa cinta harta itu termasuk dosa yang paling besar ? kemudian cinta kedudukan adalah dosa besar juga.
Saya mempunyai tujuh puluh ribu anak, sedangkan tiap anak dari jumlah itu memiliki tujuhpuluh ribu setan. Diantara mereka ada yang saya tugaskan untuk menggoda ulama, menggoda para pemuda, menggoda orang tua. Anak-anak muda bagi kami tidak masalah, sedangkan anak kecil lebih mudah kami permainkan sekehendak saya. Diantara mereka juga ada yang saya tugaskan untuk menggoda orang yang tekun beribadah, menggoda orang yang zuhud. Mereka keluar masuk dari kondisi yang berbeda, dari satu pintu ke pintu lainnya, sehingga mereka berhasil dengan menggunakan cara apapun. Saya ambil dari mereka nilai keikhlasan dalam hatinya, sehinga mereka beribadah tidak karena Allah, sementara mereka tidak merasakan itu.
Apakah engkau lupa wahai Muhammad kisah seorang rahib yang berbuat ikhlas selama tujuhpuluh tahun, sehingga dengan do’anya ia bisa menyembuhkan penyakit ? Akan tetapi saya tak pernah putus asa menggodanya sampai ia sempat berbuat zina dan membunuhnya dan akhirnya ia mati dalam keadaan kafir. Itu semua berkat saya Muhammad. Kebohongan itu berasal dari saya, saya adalah mahluk yang berbohong pertama kali. Orang yang berbohong adalah temanku. Barangsiapa yang bersumpah atas nama Allah dengan berbohong maka ia kekasihku. Menggunjing dan mengadu domba adalah buah santapan dan kesukaanku. Kesaksian dusta adalah penyejuk mataku.
Barangsiapa bersumpah dengan menceraikan istrinya (talak) maka hampir tidak akan bisa selamat, sekalipun hanya sekali. Andaikan itu benar, yang karenanya orang membiasakan lidahnya mengucapkan kata-kata tersebut, istrinya adalah haram baginya. Kemudian dari pasangan itu menghasilkan keturunan haram. Sehingga semuanya masuk neraka gara-gara satu ucapan.
Wahai Muhammad, sesungguhnya diantara ummatmu ada orang yang menunda-nunda shalatnya. Ketika ia hendak menjalankan shalat maka saya selalu berada padanya dan menganggunya, “masih ada waktu, teruskan engkau sibuk dengan urusan dan pekerjaan yang engkau lakukan.’ Sehingga ia menunda shalatnya, dan kemudian shalat diluar waktunya. Akibatnya ia akan memikul dosanya kelak. Kalau saya kalah, maka saya akan mengirim kepadanya salah seorang dari setan-setan manusia yang akan menyibukkannya. Kalau saya masih kalah juga, maka saya diamkan sampai ia melakukan shalat. Ketika dalam shalatnya saya berkata `meliriklah ke kanan dan ke kiri’, akhirnya ia melirik. Maka pada saat itu wajahnya saya usap dengan tangan saya.
Wahai Muhammad engkau tahu kalau seseorang banyak melirik dalam shalatnya akan menanggung dosanya. Kalau dalam shalat ia mampu mengalahkan saya, sementara ia shalat sendirian, maka saya akan buat ia tergesa-gesa. Ia seperti ayam yang sedang makan, begitu tergesa-gesa. Kalau dalam shalat berjamaah, ia akan saya buat mendahului imam karena kepalanya saya tarik. Jika saya masih kalah juga, maka saya perintahkan meremas jemarinya sehingga bersuara, sesungguhnya ia termasuk orang yang bertasbih kepadaku. Kalau ia masih mempan juga, maka saya tiup hidungnya sehingga dia menguap. Saat itulah anak-anak saya masuk, dan ia makin rakus akan dunia dan berbagai perangkapnya.
Bagaimana ummatmu bisa bahagia wahai Muhammad, sedangkan saya memerintahkan orang miskin untuk tidak shalat, dan saya berkata padanya `shalat hanya kewajiban orang yang diberi nikmat’. Kemudian untuk orang sakit, akan saya buat ia terlena dengan salah satu ayat Allah, “………..dan tidak apa-apa bagi seorang yang sakit” (An Nur:61)”, padahal tidak apa-apa disini menyangkut tata cara normalnya, bukan tidak apa-apa untuk meninggalkan shalat. Sehingga ia merasa aman ketika meninggalkan shalat, padahal jika ia mati saat itu juga, ia termasuk orang yang kafir dan Allah sunguh akan memurkainya.
Bagaimana engkau merasa bahagia atas ummatmu wahai Muhammad, sedangkan saya bisa memurtadkan seperenam ummatmu ?”
Kemudian Rasulullah meneruskan pertanyaan, “Wahai mahluk terkutuk, siapa teman dudukmu ?”
“Orang yang suka makan riba”
“Lalu siapa teman dekatmu ?”
“Orang yang berzina”
“Siapa teman tidurmu ?”
“Orang yang mabuk”
“Siapa tamumu ?”
“Pencuri”
“Siapa utusanmu ?”
“Dukun, tukang sihir”
“Apa yang menyenangkan pandangan matamu ?”
“Orang yang bersumpah dengan talak”
“Siapa kekasihmu ?”
“Orang yang meninggalkan shalat Jum`at”
“Wahai mahluk terkutuk, apa yang menyebabkan punggungmu patah ?”
“Suara ringkik kuda untuk berperang di jalan Allah”
“Apa yang menjadikan tubuhmu meleleh ?”
“Tobatnya orang yang bertobat”
“Apa yang membuat hatimu panas ?”
“Orang yang beristigfar kepada Allah, baik siang maupun malam”
“Apa yang membuatmu merasa malu dan hina ?”
“Sedekah secara rahasia”
“Apa yang menyebabkan matamu buta ?”
“Shalat sunnah sebelum subuh”
“Apa yang dapat membuat pecah kepalamu ?”
“Shalat berjamaah”
“Siapa orang yang bisa membahagiakanmu ?”
“Orang yang meninggalkan shalat”
“Siapa orang yang celaka menurut engkau ?”
“Orang yang dermawan atas nama Allah”
“Apa yang menyita pekerjaanmu ?”
“Majelis Ta`lim”
“Bagaimana engkau makan ?”
“Dengan tangan kiri dan jemariku”
“Dimana engkau berteduh ketika panas ?”
“Di bawah kuku manusia”
“Berapa kebutuhan yang pernah engkau minta kepada Allah ?”
“Sepuluh macam”
“Apa saja itu wahai mahluk terkutuk ?”
“Saya meminta agar saya bisa berserikat dengan anak cucu Adam dalam harta dan kekayaan dan anak-anak mereka. Akhirnya Allah mengizinkanku berserikat dalam kelompok mereka. “Dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan berilah janji mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan kepada mereka melainkan tipuan belaka” (Al Isra’ : 64).
Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya, maka saya akan ikut memakannya. Saya juga ikut memakan makanan yang bercampur riba dan haram serta segala macam harta yang tidak dimohonkan perlindungan kepada Allah dari saya yang terkutuk. Setiap orang yang tidak memohon perlindungan kepada Allah dari setan ketika bersetubuh dengan istrinya, maka saya akan ikut bersetubuh.
Akhirnya melahirkan anak yang mendengarkan dan taat kepada saya. Begitu pula orang yang naik kendaraan dengan maksud mencari penghasilan yang tidak dihalalkan, maka saya adalah temannya. “Dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki” (Al Isra’ : 64)
Saya mohon kepada-Nya agar saya punya rumah, maka kamar mandi adalah rumahku. Saya mohon agar saya punya mesjid, akhirnya pasar adalah mesjidku. Saya mohon agar saya punya Al Qur`an, maka syair adalah Qur`anku. Saya mohon agar saya punya adzan, maka terompet adalah adzanku. Saya mohon agar punya tempat tidur, maka orang mabuk adalah tempat tidurku. Saya mohon agar diberi teman-teman dekat, maka orang yang menginfakkan hartanya untuk kemaksiatan adalah teman dekatku. “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu adalah yang sangat ingkar kepada Tuhannya” (Al Isra’ : 27).
Rasulullah saw berkata kepada iblis, “Andaikan tidak setiap apa yang engkau ucapkan itu didukung oleh ayat-ayat dari kitab Allah tentu aku tidak akan membenarkanmu”
Lalu Iblis berkata lagi, “Wahai Muhammad, saya memohon agar saya bias melihat anak cucu Adam tetapi mereka tidak melihatku. Kemudian Allah menjadikanku bisa mengalir melalui aliran darah mereka. Diriku bias berjalan sesuai kehendakku kemana saja dengan cara apapun. Sesungguhnya orang yang mengikutiku lebih banyak dari orang yang mengikutimu.
Saya memiliki anak bernama Atamah (semoga Allah melaknatnya) . Ia akan kencing di mata ummatmu sehingga mereka tertidur dan akhirnya meninggalkan shalat Isya’. Andaikan tidak karenanya tentu manusia tidak akan tidur lebih dahulu sebelum shalat Isya’. Saya juga punya anak bernama Mutaqadhi (semoga Allah mengutuknya) , tugasnya membangkitkan keinginan umatmu untuk memamerkan harta dan kelebihannya, sehingga Allah akan memabatalkan 99 dari 100 pahala. Kemudian anak saya yang lain Kuhyal (semoga Allah mencelakakannya) dimana ia bertugas mengusapi celak mata ummatmu ketika berada di majlis Ta’lim dan ketika shalat Jum’at, sehingga dia tertidur dan tidak mendengarkan khathib sehingga hilanglah pahalanya.
Setiap kali ada perempuan yang keluar rumah, sesungguhnya ada ribuan pasukanku yang mengikutinya. Mereka ada yang duduk dipinggulnya, di buah dadanya, di bibirnya, di kukunya, dan dilain tempat yang membuat perempuan itu menarik secara dunia. Sehingga dia menabur maksiat yang siap diantap oleh para pemuda. Lain halnya dengan ummatmu yang berjilbab, tentu saya menggodanya tidak lewat cara itu, karena tubuhnya tertutup sangat sulit buat saya kalau masih menerapkan cara itu.
Wahai Muhammad, sebenarnya saya tidak bisa menyesatkan sedikitpun. Akan tetapi saya hanya bisa menganggu dan menghiasi, mengotori pikirannya dan menjanjikan janji-janji palsu.Seandainya saya memiliki kemampuan untuk menyesatkan, tentu saya tak akan membiarkan segelintir manusia di muka bumi ini masih sempat mengucapkan syahadat. Tidak ada lagi orang yang shalat dan puasa.
Sebagaimana engkau wahai Muhammad, tidak berhak memberikan hidayah sedikitpun kepada siapapun. Akan tetapi tugasmu sama dengan tugasku yaitu mengajak. Engkau adalah utusan dan penyampai amanat dari Allah. Andaikan engkau mempunyai kemampuan untuk memberi hidayah, tentu engkau tidak akan membiarkan segelintir kafir pun di muka bumi ini. Engkau hanyalah sebagaimana argumentasi (hujjah) Allah terhadap mahluk-Nya. Sementara saya hanyalah menjadi sebab celakanya orang.”
Lantas Rasulullah berkata kepada iblis, “wahai Abu Murrah (iblis), apakah engkau masih ingin bertobat dan kembali kepada Allah, sementara saya akan menjaminmu masuk surga.”
Iblis menjawab, “Wahai Rasulullah, ketentuan adanya aku adalah untuk mempertegas adanya engkau, begitu juga sebaliknya. Itulah hukum yang ditetapkan Allah dan aku menikmatinya. Ketentuan telah memutuskan dan qalam pun telah kering dengan apa yang terjadi seperti ini hingga hari kiamat nanti. Maka Maha Suci Allah yang telah menjadikan engkau sebagai tuan para Nabi dan khathib para penduduk surga. Sementara diriku dijadikan tuan orang-orang yang celaka dan khathib para penduduk neraka. Saya adalah mahluk celaka dan terusir. Ini adalah akhir dari apa yang saya beritahukan kepada engkau, dan saya mengatakan sejujurnya.”

Sumber : www.al-muhandis.com

Sabtu, 06 November 2010

20 Keistimewaan Wanita Dimata Islam

http://images.mya85.multiply.com/image/2/photos/upload/300x300/SgMNTAoKCCgAAHyagGA1/wanita.jpg?et=X0jL92R4FY3%2C%2CHgnalqhdw&nmid=240710395

1. Wanita itu Cantik

2. Wanita yang solehah ( baik ) itu lebih baik daripada 1000 lelaki yang soleh.

3. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seperti orang yang senantiasa menangis Karena takut Allah SWT dan orang yang takut Allah SWT akan diharamkan api neraka keatas tubuhnya.

4. Barang siapa yang membawa hadiah ( barang, makanan dari pasar kerumah ) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedakah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barang siapa yang menyukai akan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail A.S

5. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya, akan tinggal bersama aku ( Rasulullah SAW ) di dalam surga.

6. Barang siapa yang mempunyai tiga anak perempuan atau tiga Saudara perempuan atau dua Saudara perempuan , lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggung jawab, maka baginya adalah surga.

7. Dari Aisyah r.a. "Barang siapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya lalu dia berbuat baik kepada mereka , maka mereka akan menjadi penghalang baginya api neraka."

8. Surga itu di bawah telapak kaki ibu.

9. Apabila memanggilmu dua orang ibu bapamu maka jawablah panggilan ibumu dahulu.

10. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu surga . Masuklah dari manapun pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

11. Wanita yang taat pada suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristigfar baginya selama dia taat kepada suaminya dan rekannya ( serta menjaga sembahyang dan puasanya ).

12. Aisyah r.a. berkata " aku bertanya pada rasulullah SAW, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab baginda "suaminya". Siapa pula berhak terhadap lelaki?" jawab Rasulullah SAW "Ibunya"

13. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat pada suaminya, masuklah dia dari pintu surga mana saja yang dia kehendaki

14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT memasukkan dia kedalam surga lebih dahulu daripada suaminya ( 10.000 tahun )

15. Apabila seorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristigfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1000 kejahatan.

16. Apabila seorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah SWT

17. Apabila seorang perempuan melahirkan anak, keluarlah ia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkan

18. Apabila telah lahir ( anak ) lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan dari susunya diberi satu kebajikan

19. Apabila semalaman ( ibu ) tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT.

20. Do'a wanita lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah SAW akan hal tersebut, jawab baginda : " Ibu lebih penyayang daripada Bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.

fenz-capri.blogspot.com
bisnis online

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More