Buku Tamu

Laman

Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Mei 2011

Benarkah Bentuk Semesta Seperti Terompet yang Akan Ditiup Sebagai Sangkakala Saat Kiamat

“Sebelum kiamat datang, apa yang sekarang di lakukan oleh malaikat Isrofil?” Mungkin yang ada di benak kita malaikat Isrofil itu seperti sesosok seniman yang asyik mengelap terompet kecilnya sebelum tampil diatas panggung. Sebenarnya seperti apa sih terompetnya atau yang biasa juga dikenal dengan sangkakala malaikat Isrofil itu?

Sekitar enam tahun silam sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Prof. Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman melakukan observasi terhadap alam semesta untuk menemukan bentuk sebenarnya dari alam semesta raya ini sebab prediksi yang umum selama ini mengatakan bahwa alam semesta berbentuk bulat bundar atau prediksi lain menyebutkan bentuknya datar saja.

Menggunakan sebuah peralatan canggih milik NASA yang bernama “Wilkinson Microwave Anisotropy Prob” (WMAP), mereka mendapatkan sebuah kesimpulan yang sangat mencengangkan karena menurut hasil penelitian tersebut alam semesta ini ternyata berbentuk seperti terompet.

Di mana pada bagian ujung belakang terompet (alam semesta) merupakan alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable), sedang bagian depan, di mana bumi dan seluruh sistem tata surya berada merupakan alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable).

Lihat gambar bentuk alam semesta dibawah ini:






Bentuk Alam Semesta
Di dalam kitab Tanbihul Ghofilin Jilid 1 hal. 60 ada sebuah hadits panjang yang menceritakan tentang kejadian kiamat yang pada bagian awalnya sangat menarik untuk dicermati.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda :

“Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada malaikat Isrofil, kemudian ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintah.


Saya bertanya : “Ya Rasulullah apakah sangkakala itu?”


Jawab Rasulullah : “Bagaikan tanduk dari cahaya.”


Saya tanya : “Bagaimana besarnya?”


Jawab Rasulullah : “Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutusku sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali. Pertama : Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan). Kedua : Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan). Ketiga: Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).”

Dalam hadits di atas disebutkan bahwa sangkakala atau terompet malaikat Isrofil itu bentuknya seperti tanduk dan terbuat dari cahaya. Ukuran bulatannya seluas langit dan bumi. Bentuk laksana tanduk mengingatkan kita pada terompet orang-orang jaman dahulu yang terbuat dari tanduk.

Kalimat seluas langit dan bumi dapat dipahami sebagai ukuran yang meliputi/mencakup seluruh wilayah langit (sebagai lambang alam tak nyata/ghoib) dan bumi (sebagai lambang alam nyata/syahadah). Atau dengan kata lain, bulatan terompet malaikat Isrofil itu melingkar membentang dari alam nyata hingga alam ghoib.

Jika keshohihan hadits di atas bisa dibuktikan dan data yang diperoleh lewat WMAP akurat dan bisa dipertanggungjawabkan maka bisa dipastikan bahwa kita ini bak rama-rama yang hidup di tengah-tengah kaldera gunung berapi paling aktif yang siap meletus kapan saja.

Dan Allah telah mengabarkan kedahsyatan terompet malaikat Isrofil itu dalam surah An Naml ayat 87 :

“Dan pada hari ketika terompet di tiup, maka terkejutlah semua yang di langit dan semua yang di bumi kecuali mereka yang di kehendaki Allah. Dan mereka semua datang menghadapNya dengan merendahkan diri.”

Makhluk langit saja bisa terkejut apalagi makhluk bumi yang notabene jauh lebih lemah dan lebih kecil. Pada sambungan hadits di atas ada sedikit preview tentang seperti apa keterkejutan dan ketakutan makhluk bumi kelak.

“Pada saat tergoncangnya bumi, manusia bagaikan orang mabuk sehingga ibu yang mengandung gugur kandungannya, yang menyusui lupa pada bayinya, anak-anak jadi beruban dan setan-setan berlarian.”

Ada sebuah pertanyaan yang menggelitik, jika terompetnya saja sebesar itu, lalu sebesar apa si peniupnya dan lebih dashsyat lagi, bagaimana dengan Sang Penciptanya? Allahu Akbar!

Wallahua'lam Bisshowa.

Sumber :
alisaid.wordpress.com
bisnis online

Kamis, 05 Mei 2011

Parade Planet Diikuti Pesta Kembang Api Dari Hujan Meteor Eta Aquarids

Kesejajaran enam planet dalam satu garis lurus pada awal Mei 2011 akan menjadi pemandangan yang menarik di waktu subuh. Apalagi peristiwa itu akan terjadi bersamaan dengan hujan meteor besar yang bersumber dari rasi Aquarius. Parade planet akan diikuti dengan kembang api di langit.


http://www.galacticimages.com/blog/wp-content/uploads/2009/05/closeupmeteors.jpg

Peneliti astronomi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, menyatakan hujan meteor Eta Aquarids akan terjadi pada awal Mei. Pada saat puncak, terdapat 60 bintang jatuh setiap jam. "Puncak hujan meteor terjadi pada 6 Mei 2011 mulai pukul 03.00 WIB," kata dia.

Hujan meteor terjadi ketika debu komet masuk ke atmosfer bumi. Debu kemudian bergesekkan dengan udara hingga terbakar dan menghasilkan cahaya terang. Hujan meteor Eta Aquarids sendiri berasal dari sisa debu komet Halley yang mengunjungi matahari setiap 76 tahun sekali.

Saat hujan meteor, Rasi Aquarius berada di langit bagian tenggara. Sementara, di daerah timur, empat bintang terang akan berjejer membentuk satu garis. Hasilnya, di langit timur kita bisa melihat dua fenomena langka sekaligus yaitu parade planet dan hujan meteor. "Pertunjukan indah ini tampak hingga matahari terbit."

Keempat planet terang, yaitu Venus, Merkurius, Mars, dan Jupiter, telah berada di atas ufuk sejak pukul 04.50 WIB. Sementara, dua planet yang lebih redup, yaitu Uranus dan Neptunus telah terbit sejak dini hari.

Sumber :

tempointeraktif.com

Fenomena Langka, Enam Planet Berada Segaris

Peristiwa langka berupa konjungsi planet terjadi di langit subuh sejak akhir April. Enam planet bersusun seperti membentuk satu garis dan berlangsung selama beberapa pekan mendatang.


http://image.tempointeraktif.com/?id=74071&width=490
Gambar Ilustrasi

Fenomena langka ini terjadi setelah selama dua bulan sebagian besar planet bersembunyi di balik matahari. Thomas Djamaluddin, peneliti astronomi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), menyatakan bahwa planet-planet yang bergerak di dekat garis edar matahari itu bisa saja berada pada sisi langit yang sama.

“Pada saat itu, planet-planet itu terlihat seperti barisan titik cahaya terang yang berada dalam satu untaian,” kata dia saat dihubungi, Senin, 2 Mei 2011.

Empat planet, yaitu Venus, Merkurius, Mars, dan Jupiter, dapat dilihat dengan mata telanjang. Sementara, dua planet lain, yaitu Uranus dan Neptunus dapat terlihat dengan bantuan binokuler.

Untuk menikmati pemandangan indah ini, arahkan pandangan ke langit timur setelah subuh. Dari situ kita bisa melihat empat planet terang yang bersusun dari bawah ke atas dalam satu garis.

Urutan planet tersebut adalah Jupiter, Mars, Merkurius, dan Venus. Sementara, Uranus dan Neptunus akan berada lebih tinggi dibandingkan planet lainnya.

Konjungsi enam planet, empat di antaranya planet terang, tak pernah terjadi setidaknya dalam lima tahun terakhir. Demikian pula dalam lima tahun mendatang, fenomena serupa juga tak akan berlangsung.

Para ahli astrologi kerap menyebut kesejajaran planet-planet sebagai pertanda datangnya bencana. Hal ini telah menjadi kepercayaan sejak ribuan tahun lalu.

Namun, bagi astronom amatir, fenomena konjungsi justru menjadi anugerah. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk mengasah kemampuan fotografi. Memotret empat planet terang dengan latar depan cahaya fajar menjadi objek fotografi yang menarik.

Sumber :
tempointeraktif.com

Minggu, 30 Januari 2011

Meteorit Hoba, Meteorit Terbesar yang Pernah Ditemukan Di Bumi Saat Ini

Meteorit Hoba terletak di peternakan "Hoba West", tidak jauh dari Grootfontein, di Wilayah Otjozondjupa Namibia. Meteorit ini ditemukan oleh petani Jacobus Hermanus Brits saat mengolah salah satu bidang pertaniannya, tahun 1920 ketika ia membajak dengan lembu tanpa sengaja bajaknya tersangkut.

Meteorit segera digali, namun karena bentuknya begitu besar (sekitar 60 ton), jadi tidak pernah dipindahkan. Meteorit Hoba adalah meteorit terbesar yang pernah diketemukan di bumi, sebagian besar mengandung besi alami.



Meteorit Hoba diperkirakan telah mendarat kurang dari 80.000 tahun yang lalu. Anehnya, meteorit ini tidak meninggalkan kawah.

Hal ini dispekulasikan bahwa meteorit itu memasuki atmosfer bumi pada sudut yang sangat dangkal, diperlambat oleh kondisi atmosfir sekitar ke titik jatuh ke permukaan pada kecepatan terminal, sehingga tersisa utuh dan menyebabkan sedikit bekas.

Meteorit ini berukuran 8 kaki 9 inchi. Pada tahun 1920, berat meteorit diperkirakan 66 ton. Erosi, sampling ilmiah dan vandalisme telah mengurangi berat meteorit selama bertahun-tahun menjadi 60 ton. Tanda gergaji besi dapat dikenali dengan mudah di banyak tempat di permukaan meteorit.

Dalam upaya untuk mengendalikan vandalisme, meteorit Hoba dinyatakan sebagai Monumen Nasional pada tahun 1955. Namun, perusakan meteorit terus terjadi sampai Foundation Rössing mendanai restorasi secara menyeluruh dan pelestarian meteorit itu pada tahun 1988.

Di tahun itu, pusat wisata itu dibuka di situs Meteorit berada. Untuk biaya masuk yang kecil, Hoba dapat dikunjungi, disentuh dan bahkan dinaiki untuk pemotretan foto spektakuler. Meteorit Hoba sekarang dikunjungi ribuan wisatawan setiap tahun.














Kondisi Hoba Sebelum Restorasi


Sekelompok ahli geologi Jerman di Hoba, kembali pada tahun 1929



Awal perjalanan mengunjungi Hoba terkena meteorit, sekitar 1955



1960 Meteorit Hoba: Foto sebelum pelestarian, 1960

Sumber :

Rabu, 12 Januari 2011

Ternyata Bulan Punya Cairan Inti Mirip Bumi

Perkembangan pesat teknologi memungkinkan manusia menyingkap rahasia bulan. Ternyata berdasarkan sensor seismik, bulan memiliki inti cair serupa dengan Bumi.


http://static.inilah.com/data/berita/foto/1126322.jpg
Informasi ini berdasarkan sinyal dari sensor seismik kiri permukaan bulan yang tertangkap oleh astronot Appolo pada 1971. Ilmuwan NASA berhasil menerapkan teknik seismologi kontemporer lewat data dari sensor yang ditempatkan oleh program luar angkasa AS.
Studi terbaru itu menunjukakn bahwa bulan memiliki inti yang solid mengandung zat besi yang kaya dengan radius hingga 150 mil. Materi ini berbentuk cair, terutama inti luar besi yang menggapai hingga radius 205 mil. Yang berbeda dengan Bumi, inti cair bulan memiliki lapisan pembatas di sekitarnya dengan jarak setidaknya 300 mil.

Data itu juga menyoroti evolusi dinamo bulan, proses alami yang memungkinkan bulan menghasilkan medan magnet yang kuat. Pengungkapan terperinci dari inti bulan sangat penting untuk mengembangkan model akurat dari pembentukan Bulan.

Inti suatu objek luar angkasa pada dasarnya berisi sebagian kecil unsur ringan seperti belerang dan oksigen. Penelitian terbaru itu tercantum di jurnal online Science. Ilmuwan menggunakan data ekstensif hasil pengumpulan misi Apollo milik Amerika Serikat.


Sumber :
teknologi.inilah.com

Sabtu, 08 Januari 2011

Bibit Kehidupan Bumi dari Luar Angkasa?

Sejumlah ilmuwan menemukan air beku alias es dan molekul organik dalam asteroid bernama 65 Cybele. Ini merupakan asteroid kedua yang mengandung unsur dan cikal bakal kehidupan Bumi.



Seperti dikutip dari laman The Telegraph edisi 9 Oktober 2010, penemuan ini akan memperkuat ide bahwa asteroid membawa unsur utama kehidupan Bumi. Temuan ini dibahas dalam pertemuan ilmuwan planet di Pasadena, Amerika Serikat.

Ilmuwan juga menduga bahwa bibit kehidupan Bumi sebenarnya dari luar angkasa kemudian dibawa masuk ke Bumi oleh asteroid.  Peneliti ini juga menyimpulkan hal serupa saat April lalu, mereka menemukan bukti pertama pada asteroid bernama 24 Themis. Kedua asteroid ini ditemukan di sabuk asteroid yang berada antara Mars dan Jupiter.

"Penemuan ini juga mengindikasikan bahwa wilayah tatasurya kita mengandung air beku lebih banyak dari perkiraan semula," kata Profesor Humberto Campinsan, ahli astronomi dari University of Central Florida. Dia juga mempimpin tim ilmuwan dalam penelitian ini.

"Ini mendukung teori bahwa asteroid telah menghantam Bumi dan membawa air ke planet kita ini dan membangun blok dan format kehidupan di planet ini."

Profesor Campins memaparkan penemuannya dalam pertemuan rutin 'American Astronomical Society’s Division for Planetary Sciences' di Pasadena, California.

Asteroid 65 Cybele ini lebih besar dibandingkan 24 Themis, dengan diameter 180 miles. Sedangkan, Themis berdiameter 124 miles.

Sumber:
Vivanews.com (ywn)

Selasa, 07 Desember 2010

Embrio Calon Matahari Baru Ditemukan Di Tata Surya

Ditemukan sebuah calon bintang raksasa dengan massa yang jauh lebih besar dibandingkan Matahari. Ia kini sedang tumbuh dalam sebuah gelembung gas di tata surya ini. Embrio bintang tersebut terekam oleh teleskop Herschel milik Badan Luar Angkasa Eropa (ESA).
 
http://www.esa.int/images/RegionL30_70_160_250_v2_L.jpg

Berita luar angkasa dari hasil tangkapan Teleskop Herschel cukup membuat perhatian lebih para peneliti di dunia, karena teleskop tersebut berhasil menangkap embrio bintang baru yang berada di tata surya kita. Bintang tersebut bisa kita sebut sebagai sang Matahari baru.

Karena, jika di perhatikan dan di teliti untuk ukurannya apabila sudah terbentuk, maka nantinya bisa saja besar embrio bintang ini akan melebihi Matahari yang sudah ada dalam susunan tata surya kita.

Diberitakan dari laman stasiun televisi BBC, citra gelembung gas yang disebut RCW 120 itu dirilis beberapa hari menjelang peringatan satu tahun peluncuran teleskop Herschel ke orbit.
 
http://www.esa.int/images/RegionL59_70_160_250_v2_L.jpg

Detektor inframerah milik Herschel, mampu melihat materi bersuhu rendah yang bisa melahirkan bintang. Citra seperti RCW 120 akan membantu menjelaskan, bagaimana proses sebuah bintang raksasa terbentuk.

Calon bintang raksasa dalam citra teleskop tersebut tampak seperti sebuah gumpalan putih di tepi bawah gelembung. Embrio itu diperkirakan bisa tumbuh menjadi salah satu bintang terbesar dan yang paling cerah di galaksi dalam ratusan ribu tahun mendatang.

Calon bintang raksasa tersebut sudah memiliki massa sekitar delapan hingga sepuluh kali lebih besar dibanding massa Matahari, dan dikelilingi begitu banyak material.

Bila lebih banyak gas dan debu berjatuhan di bintang tersebut, objek itu berpotensi menjadi salah satu objek raksasa dalam Galaksi Bima Sakti, dan akan berpengaruh bagi lingkungan sekitarnya.

"Ini merupakan bintang besar yang mengontrol evolusi kimia dan kedinamisan galaksi," terang ilmuwan Herschel, Dr. Annie Zavagno, dari Laboratoire d'Astrophysique de Marseille.

"Ini merupakan bintang besar yang menciptakan elemen berat, seperti besi dan elemen-elemen tersebut akan berada di ruang antar bintang. Dan karena bintang-bintang besar mengakhiri hidup mereka dengan ledakan supernova, mereka juga menyuntikkan energi besar ke galaksi," lanjut Zavagno.
 
http://www.esa.int/images/RCW120_v03_L.jpg

Herschel memiliki kemampuan unik, yakni mampu melihat proses fisik yang tidak bisa dilakukan teleskop lain. Teleskop Hubble misalnya, tidak bisa melihat secara detail seperti yang dihasilkan Herschel.

Embrio bintang baru cikal bakal bayi matahari ini disinyalir lebih besar 10 kali dari matahari kita dan bisa terbentuk dengan sempurna menjadi seperti matahari dengan jarak waktu sekitar 100 tahun lagi.

Senin, 15 November 2010

10 Cuaca Ekstrim di Tata Surya

Selama beberapa dekade, astronom telah menggunakan teleskop untuk menguraikan kondisi atmosfer di planet yang jauh. Dan menyimpulkan fakta bahwa kita bersyukur telah tinggal di bumi ini.

10. Serious Lightining (Petir Terparah)


Pesawat ruang angkasa NASA Cassini telah melihat sebuah badai listrik di Saturnus yang lebih besar daripada badai listrik daratan Amerika Serikat , dengan kilatan petir yang 1.000 kali lebih kuat daripada di Bumi.

Badai petir yang membentang 2.175 mil (3.500 kilometer) dari utara ke selatan dan memancarkan suara radio yang sama dengan yang dihasilkan di bumi.


9. Hot Crush (Panas Penghancur)



Sesuai namanya,. venus merupakan tempat terpanas di tata surya kita. dengan suhu sekitar 750 Kelvin dan memiliki tekanan 90 kali di bumi ini akan membuat setiap pengunjung akan hancur (crush).

Ilmuwan menyebutkan bahwa hal ini terjadi karena adanya efek rumah kaca yang berlebihan dari awan sulfat yang menutupi langit-langit venus. Maka jadilah efek rumah kaca yang besar dan menyebabkan hal ini.


8. Methane Moon (Bulan Metana)


Pesawat ruang angkasa Cassini Huygens menemukan bukti kuat diantara hujan deras metana cair yang terjadi di bulan nya saturnus "Titan". Dan mungkin "air" yang ada di bulan adalah metana juga karena pada suhu dingin Titan (94 derajat Kelvin) air pun akan dikurung seperti es.


7. Scarlet Rain (Hujan Merah)


Pada musim panas 2001, setidaknya 50 ton partikel merah jatuh di Kerala, India dan terus berlangsung selama hampir dua bulan bersama hujan. Ternyata benda merah berkarat ini termasuk partikel dari badai debu dan sel-sel biologis yang berasal dari luar angkasa (bakteri sejenis itu mksdnya).

Dalam edisi bulan April jurnal Astrophysics and Space Science, ilmuwan dari Mahatma Gandhi University melaporkan bahwa partikel memiliki penampilan sel-sel biologis, dapat bereproduksi di suhu mendesis, dan tidak memiliki kesamaan dengan partikel debu.


6. Planet Popsicle (planet es)


Pluto yang sekarang tidak di anggap planet ke 9 dalam tata surya ini memiliki fakta bahwa sinar matahari yang di dapat pluto di bandingkan bumi adalah sekitar 1:1000 tahun dan menyebabkan planet ini terdiri dari es beku yang terdiri dari nitrogen, metana dan karbon dioksida dengan suhu berkisar antara minus 387 hingga minus 369 Fahrenheit (40-50 derajat Kelvin).


5. Windy World (Dunia Angin)


Di Neptunus ditemukan gemuruh angin yang bertiup lebih banyak dan kuat daripada yang ada di Bumi, mencapai 1.500 mph (2.414 kph). Seiring dengan rotasi planet yang cepat (sekitar 16 jam) sehingga menyebabkan konveksi panas-dingin yang cepat juga, lalu dapat mempengaruhi kecepatan angin dan menciptakan kecepatan yang melebihi kecepatan angin di bumi


4. Freeze Frame(rangka es)



Suhu di Uranus bisa mencapai di bawah minus 300 derajat Fahrenheit (89 Kelvin). Uranus memiliki rotasi 17 jam namun revolusi yang mencapai 84 tahun menyebabkan musim (ekstrim) akan lama berganti. Kadang-kadang kondisinya bisa begitu dingin sehingga gas metana di atmosfer mengembun menjadi metana kristal-awan.


3. Close Encounter (Tabrakan Badai Terbesar)


Dua bintik bulatan di planet jupiter diatas adalah badai yang sedang mengamuk di planet tersebut. Dari ukuran badainya saja dapat kita ketahui. Yang besar dinamakan the great Red Spot, badai yang lebih dari dua kali lipat lebar Bumi dengan 350-mph ((563 kph) angin dan yang kecil (badai) di namakan Red Jr.

Walaupun tidak sepenuhnya dipahami, para ilmuwan berpikir warna merah berkorelasi dengan intensitas badai-angin lalu membangkitkan senyawa kimia dari bawah awan dan mengangkat mereka ke tempat yang tinggi, ditambah sinar ultraviolet sehingga menghasilkan rona bata.


2. Dust Buster (Pelebur Debu)


Mars diketahui telah menghempaskan badai debu yang melanda seluruh belahan mars. Debu berwarna karat ini dapat tertiup dengan kecepatan 60-100 mph (97-161 kilometer) per jam, yang berlangsung selama berminggu-minggu.

Begitu dimulai, kabut tak tertembus ini dapat menyelimuti lebih dari separuh planet, meningkatkan suhu 30 derajat Celcius di belahan mars.


1.Iron rain (Hujan Besi)

Disebut "bintang gagal", planet brown dwarf ini adalah planet yang baru ditemukan di tata surya kita. Warna cokelat menandakan bahwa planet ini memiliki unsur ferum (besi) yang tinggi.

Planet ini memiliki badai seperti yang ada di jupiter dan menghempaskan besi-besi ke permukaan nya. Brown dwarf ini semakin dingin dari waktu ke waktu, molekul gas mengembun menjadi cairan besi-besi awan dan hujan.

Dengan pendinginan lebih lanjut, badai besar menyapu menjauh awan, membiarkan cahaya inframerah terang tersebar ke luar angkasa.

Sumber : argakencana.blogspot.com

Minggu, 14 November 2010

Rahasia NASA tentang Planet Mars

Selama ini yang kita ketahui tentang Mars adalah sebuah planet merah yang kondisinya terlalu ekstrim untuk ditinggali oleh makhluk hidup, tidak memiliki atmosfer seperti di bumi, tidak ada kandungan air seperti di bumi, kandungan oksigen amat sedikit, daya gravitasi berbeda jauh dengan bumi dan itu semua adalah pernyataan dari NASA yang kita percayai dan kita jadikan acuan. Kini anggapan tentang mars itu akan kita buang jauh-jauh dari otak kita.


Sebagian dari foto-foto berikut tidak akan dapat anda temukan dengan bebas di google atau website nasa sekalipun karena ini memang bukan untuk konsumsi publik.

Foto-foto ini akan membuat imajinasi anda mengalir, menghasilkan berbagai pertanyaan dan spekulasi, dan jika anda menggunakan logika untuk mengambil kesimpulan maka berarti anda percaya bahwa kita tidak sendirian di tata surya ini?

Efek dari foto-foto ini dianggap akan berakibat fatal jika diketahui khalayak luas, dampaknya akan terasa pada sisi Iptek dan agama (Chaos!). Maka dari itu NASA merahasiakan foto-foto temuan mereka ini dari jangkauan publik.

Foto Keadaan Alam di MARS

Pada sebelah kiri adalah foto versi NASA dan foto sebelah kanan adalah hasil pembetulan warna (image color correction). padahal make photoshop juga bisa.


Ini bisa dibuktikan dari pembetulan warna bendera USA sebagai acuannya. langit mars tampak biru bersahabat (mungkinkah atmosfernya sama dengan bumi?).


Dan ini adalah salah satu kecerobohan NASA, saat mengadakan Press Conference mereka menampilkan foto Permukaan MARS sebagai latar, dan bisa dilihat langit Mars tampak berwarna biru muda.



Penemuan Batu-batuan, Elemen dan Material

Tidak seperti batu-batuan yang dikumpulkan dari bulan atau planet lainnya, objek batu / material yang ditemukan di MARS ini bisa dibilang cukup mengejutkan. Kenapa demikian? karena batu-batuan / material ini memiliki bentuk yang amat kompleks, memiliki detail dan segi simetris bahkan ada yang nyaris memiliki fungsi. Foto-foto penemuan ini telah ditemukan sejak pendaratan pertama di MARS dan langsung dirahasiakan.

1. Batu dengan bentuk piramid sempurna (abrasi,erosi, pengikisan oleh alam?) apakah alam bisa sedetail ini?


2. Batu dengan bentuk potongan persegi


3. Batu dengan bentuk rectangular, perhatikan desainnya.


4. Persegi dengan detail.


5. Objek dengan bentuk lengkungan, memiliki detail nyaris seperti perkakas


6. Arrow form.


7. Wow! detail. Mirip apa ya?


8. Dan ini nyaris seperti Tang penjepit dengan bentuk lengkungan yang sempurna.


9. Dan yang satu ini, mirip seperti kerukan traktor, dengan lubang dan celah yang simetris dan 2 buah lubang penyangga di bagian belakang.


10. Puing Bangunan ???


11 .Ini adalah area perbukitan raksasa di MARS dengan lebar hingga bermil-mil, tapi yang menarik dari area ini adalah POLA! Bukit-bukit ini terbagi dalam pola bagian yang terstruktur rapih!


12. Dan ini adalah foto kawasan yang diambil dari satelit di atas mars. Dan hasilnya wow, sebuah kawasan yang tertata secara rapi.


13. Yang ini pasti sering liat, foto ini sudah banyak beredar di google.


14. Yang ini juga banyak ditemui di google, Monumen Cydonia yang berbentuk seperti wajah dan pentagram, konon katanya ini dulu sebuah "kota".


15. Kalau yang ini diambil dari hasil pemotretan satelit yang mengorbit di atas MARS, sebuah objek seperti Tugu / monumen berbentuk persegi berdiri tegak.


Dan mungkin saja teori liar yang bernama "Ancient Astronout" atau astronot purba itu benar-benar ada, dimana teori itu berpendapat bahwa apa yang dimaksud dengan alien itu adalah kita sendiri.

Bahwa bumi ini adalah sebuah koloni dari sebuah peradaban yang amat maju, yang berkeliling galaksi mencari planet yang layak untuk ditinggali.

"Our sun is one of a 100 billion stars in our galaxy. Our galaxy is one of billions of galaxies populating the universe. It would be the height of presumption to think that we are the only living thing in that enormous immensity"
– Wernher Von Braun

Sumber : argakencana.blogspot.com

Minggu, 07 November 2010

10 Galaksi Terindah di Jagad Raya

Teleskop HubbleSpace adalah kolaborasi antara NASA dengan European Space Agency yang sudah beroperasi selama 20 tahun tidak henti-hentinya mengambil foto-foto luar angkasa. HubbleSpace merupakan salah satu teleskop terbagus NASA. Para astronom pun memilih 10 foto galaksi terindah dari sekian banyak foto galaksi yang pernah diambil oleh teleskopo HubbleSpace ini.

Berikut adalah 10 foto Galaksi terindah di Jagad raya yang fotonya pernah diambil oleh Teleskop HubbleSpace :

1. The Sombrero Galaxy
http://mycoolpix.com/files/funzug/imgs/technology/hubble_space_pictures_02.jpg

2. The Ant Nebula
http://mycoolpix.com/files/funzug/imgs/technology/hubble_space_pictures_03.jpg

3. Nebula NGC 2392
http://mycoolpix.com/files/funzug/imgs/technology/hubble_space_pictures_04.jpg

4. Cat's Eye Nebula
http://mycoolpix.com/files/funzug/imgs/technology/hubble_space_pictures_05.jpg

5. The Hourglass Nebula
http://mycoolpix.com/files/funzug/imgs/technology/hubble_space_pictures_06.jpg

6. Cone Nebula.
http://mycoolpix.com/files/funzug/imgs/technology/hubble_space_pictures_07.jpg

7. The Perfect Storm
http://mycoolpix.com/files/funzug/imgs/technology/hubble_space_pictures_08.jpg

8. Starry Night
http://mycoolpix.com/files/funzug/imgs/technology/hubble_space_pictures_09.jpg

9. The glowering eyes
http://mycoolpix.com/files/funzug/imgs/technology/hubble_space_pictures_10.jpg

10. The Trifid Nebula. A 'stellar nursery'
http://mycoolpix.com/files/funzug/imgs/technology/hubble_space_pictures_11.jpg

Sumber : Serba-sepuluh.blogspot.com
bisnis online

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More